Minggu, 08 April 2012

KASAU: Kekuatan TNI AU Lebihi 50%

Jurnas.com | KEKUATAN TNI Angkatan
Udara dipastikan terus mengalami
peningkatan. Kepala Staf TNI AU
(KSAU) Marsekal TNI Imam Sufaat
mengatakan, memasuki usia ke 66
tahun 9 April mendatang, kesiapan TNI
AU dalam mengamankan wilayah udara
Indonesia sudah melebihi 50 persen.
"Perlahan-lahan kesiapan TNI AU terus
meningkat. Dari semula sekitar 30
persen, sekarang sudah lebih dari 50
persen," kata Imam di Jakarta, Sabtu
(7/4). Dari data yang berhasil dihimpun
Jurnal Nasional , hingga saat ini TNI AU
telah memiliki 112 pesawat latih
dengan 76 unit yang beroperasi.
Selain itu, sebanyak 12 unit masih
dalam proses pemesanan. Untuk
pesawat tempur, TNI AU memiliki 49
unit pesawat tempur yang masih
beroperasi dari jumlah total 62
pesawat. Sebayak 88 unit pesawat
lainnya, telah dipesan untuk
memperkuat seperti 50 unit pesawat
KF-X/IF-X yang merupakan kerja sama
Indonesia-Korea.
Selain itu, TNI AU juga telah memesan
masing-masing 16 unit T-50 Golden
Eagle dam Super Tucano yang
diperkirakan mulai tiba di Indonesia
tahun ini. Untuk pesawat angkut,
transpor dan patrol maritim, TNI AU
masih mengoperasikan 69 unit dari
total 88 unit yang dimiliki.
Selain itu, tiga unit pesawat CN-235
juga telah dipesan TNI AU. Sedangkan
untuk jenis Helikopter dan non fixed
winged aircraft, 58 unit masih
dioperasikan dari jumlah total 63 unit.
Tujuh unit helikopter Super Puma juga
telah dipesan TNI AU sejak 1998 lalu.
Dua di antaranya dipastikan KSAU tiba
tahun ini.
Untuk membagi kabar baik ini,
masyarakat dapat menyaksikan
demonstrasi kemampuan personel TNI
AU dengan pesawat-pesawatnya, Senin
(9/4) di Lanud Halim Perdanakusuma.
Dalam acara ini, 2.560 personel TNI AU
akan melakukan demo udara, terjun
payung free fall dan terjun static ,
display drum band Karbol AAU dan
tembak reaksi, demo antiteror
Denbravo Paskhas, dynamic show
pesawat Helly, Individual Aerobatic 6
pesawat SU 27/30, Jupiter Aerobatic
Show, dan Demo Operasi Udara.
"Demo kali ini tidak menampilkan yang
pertempuran udara ( air to air ) karena
itu sangat riskan apalagi di tengah
pemukiman padat penduduk. Kami
akan melakukan demo operasi udara
ke darat ( air to ground)," kata KSAU.
sumber : Jurnas

Tidak ada komentar: