Sabtu, 07 Juni 2014

Puncak Latgab TNI 2014, Seluruh Kekuatan Dikerahkan


SI : Puncak Latihan Gabungan TNI tahun 2014 digelar hari ini di kawasan Asembagus, Situbondo, Jawa Timur. Seluruh kekuatan TNI AD, TNI AL dan TNI AU dikerahkan hari ini.

Reporter merdeka.com, Ramadhian Fadillah dan Fotografer M Luthfi Rahman mengikuti rangkaian kegiatan latihan ini di Situbondo, Rabu (4/6).

Rencananya, serangan ke Situbondo dimulai dengan pendaratan tank-tank amfibi dari KRI Makassar ke bibir pantai Banongan. Setelah itu artileri Marinir menghajar daerah sasaran.

Barulah pasukan lintas udara dari Yonif Linud 501 dan 502 melaksanakan penerjunan di kawasan Asembagus.

Selanjutnya giliran tank-tank Scorpion Kavaleri TNI AD bergerak mendukung pasukan infanteri Brigif 17. Mereka juga didukung bantuan tembakan artileri medan TNI AD.

Di titik lain, belasan Helikopter Penerbad melakukan serangan dan melaksanakan operasi mobile udara.

8 Pesawat tempur Sukhoi SU 27/30 , 6 jet F-16 serta 10 Hawk 100/200 juga memberikan bantuan tembakan dari udara ke darat.

Total Latihan Gabungan ini melibatkan 15.108 personel TNI. Serangan sudah dimulai sejak pukul 05.30 Wib pagi ini.
Serangan Dimulai, Kapal Perang Dan Pesawat TNI AU Bom Situbondo 
Matahari baru saja terbit di Pantai Banongan, Situbondo, Jawa Timur. Barisan kapal perang TNI AL yang semalam melakukan pertempuran laut mulai memasuki perairan Asembagus. Puncak Latihan Gabungan TNI tahun 2014 dimulai tepat pukul 05.30 WIB, Rabu (4/6).

Dari KRI Makassar meluncur belasan tank BNP3F. Tank Amfibi ini berenang dari lepas pantai menuju sasaran. Deruman mesin dan asap tebal terlihat saat kendaraan lapis baja buatan Rusia itu menanjak mendaki bukit pasir di pantai.

Sementara belasan kapal perang lain bersiaga menjaga keunggulan posisi di laut lepas. Dari pantai, posisi mereka terlihat jelas. Reporter merdeka.com, Ramadhian Fadillah dan Fotografer M Luthfi Rahman mengikuti rangkaian kegiatan latihan ini di Situbondo.

Pukul 06.00 WIB, Tiga buah Super Tucano TNI AU mulai mendekati sasaran. Mereka kemudian menghujani pantai Banongan dengan bom. Ledakan menggelegar terdengar disusul bola api besar.

Di langit dua pesawat Sukhoi terus melakukan manuver. Mereka bertugas mengawal operasi tempur laut dan pendaratan.

Pukul 06.10 WIB, kapal-kapal perang TNI AL mulai memberikan bantuan tembakan dari meriam-meriam mereka. Ledakan demi ledakan terus terdengar dari arena latihan gabungan.

Hingga berita ini diturunkan, meriam kapal masih terus menembak ke arah pantai.
Roket Dan Meriam Marinir Menyalak, Situbondo Bergetar 
Serangan demi serangan dalam Latihan Gabungan (Latgab) TNI terus berlanjut. Kali ini giliran artileri Marinir yang beraksi.

Dari KRI Makassar, dua buah RM-70 Grad multilaras dan empat Howitzer MK-2 105 mm diangkut ke pantai dengan menggunakan kapal dan kendaraan amfibi.

Persenjataan itu melengkapi sebuah RM-70 Grad dan sebuah meriam yang telah bersiaga di pantai.

Pasukan dari Resimen Artileri I Marinir segera menyiapkan persenjataan tersebut. Kurang dari 15 menit, semuanya siap digunakan.

Reporter Ramadhian Fadillah dan Fotografer M Luthfi Rahman mengikuti rangkaian kegiatan latihan ini di Situbondo, Jawa Timur, Rabu (4/6).

Pukul 07.00 WIB pasukan marinir mulai menembakkan howitzer. Meriam menggelegar melontarkan peluru 105 mm. Puluhan kali howitzer MK-2 menyalak. Tanah pun bergetar saat tembakan menghancurkan sasaran.

Setelah Howitzer, giliran RM 70 Grad multilaras yang beraksi. Pelontar roket ini masing-masing menembakkan 30 roket hanya dalam hitungan detik. Suaranya menggelegar dan membuat telinga sakit.

Dibanding Howitzer, RM-70 memiliki jangkauan yang lebih jauh dan kemampuan menghancurkan lebih unggul. Senjata andalan artileri Marinir ini mampu menghancurkan kawasan seluas 3 hektar.

Hampir 30 menit pasukan Marinir terus melaksanakan tembakan bantuan artileri di Situbondo.
Sukhoi Dan F-16 Jatuhkan Bom 2.7 Ton Di Asembagus 
Pesawat-pesawat tempur TNI AU melaksanakan misi penyerangan ke obyek-obyek strategis musuh. Mereka bertugas menghancurkan pangkalan bahan bakar minyak, pos komando musuh serta gudang senjata.

TNI AU mengerahkan 8 pesawat Sukhoi SU-27/30, 6 F-16, 10 Hawk 100/200, 2 F-5 dan 12 T-50.

Serangan udara dibuka oleh manuver formasi pesawat Sukhoi dan F-16. Mereka menjatuhkan bom 2,7 ton ke area sasaran yang ditentukan dalam Latihan Gabungan TNI tahun 2014.

Bom jatuh menggelegar mengenai target yang diasumsikan sebagai pos komando musuh.

Setelah itu satu persatu pesawat Hawk menjatuhkan bom di pos-pos komando musuh.

Pesawat-pesawat tempur ini pun melumpuhkan beberapa pesawat tempur lawan yang berusaha mengajar. Mereka juga melepaskan flare sebagai pengecoh rudal antipesawat udara musuh.

Reporter Ramadhian Fadillah dan Fotografer M Luthfi Rahman mengikuti rangkaian kegiatan latihan ini di Situbondo, Rabu (4/6).

Bantuan tembakan udara dari pesawat tempur ini besar artinya dalam sebuah pertempuran. Target-target yang tak terjangkau meriam atau tank dapat dengan mudah dihancurkan lewat udara.

Sebelumnya pesawat Super Tucano sudah beraksi pagi tadi. Pesawat ini menghancurkan pertahanan musuh di garis pantai guna mendukung pendaratan Marinir.
Latgab TNI 2014 Habiskan Anggaran Ratusan Miliar
Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko menjelaskan biaya Latihan Gabungan TNI 2014 bisa mencapai ratusan miliar. Biaya Rp 30-40 miliar rupanya hanya habis untuk biaya logistik selama latihan.

"Misalnya rudal itu kita tembakkan. Ada yang harganya Rp 4 M," kata Panglima TNI Jenderal Moeldoko di Situbondo, Jawa Timur, Rabu (6/4).

Moeldoko menambahkan biaya amunisi dan pengeluaran lain masih perlu dihitung. Dia belum bisa memastikan jumlahnya.

"Nanti kita hitung berapa ratus miliar habisnya," kata dia.

Jenderal bintang empat ini menambahkan Latgab 2014 jauh lebih besar dari Latgab sebelumnya. Jumlah personel, helikopter, maupun ranpur nyaris dua kali lipat.

Sementara itu Menhan Purnomo Yusgiantoro mengaku puas dengan apa yang ditunjukan TNI dalam Latgab.

"Latgab ini ingin menciptakan TNI profesional, modernisasi alutsista, tujuannya bisa mempertahankan keutuhan bangsa," kata Purnomo
RM-70 Grad Multilaras Si Penghancur Dari Garis Pantai
Truk besar beroda delapan pengangkut roket itu tampak gagah di Pantai Banongan, Asembagus, Situbondo, Jawa Timur. Sosoknya kekar dan garang.

Itulah RM-70 Grad Multilaras, peluncur roket kebanggaan Korps Marinir TNI AL. Jika tabung peluncur terisi penuh, ada 40 roket yang siap ditembakan. Roket ini bisa menjangkau jarak 20 km.

"40 Roket itu bisa menghancurkan area seluas tiga hektar," kata Wakil Komandan Resimen Artileri I Marinir Letkol F Simanjorang kepada merdeka.com , Selasa (3/6).

RM-70 Grad dioperasikan empat personel. Kendaraan ini pun bisa lincah bergerak melintasi rintangan dengan kemiringan 40-50 derajat.

Resimen Artileri Marinir memiliki 18 unit senjata mematikan buatan Republik Ceko ini sejak tahun 2004. Menjadi salah satu andalan Resimen Artileri Marinir.

Selain RM-70 Grad, Marinir juga mengandalkan meriam Howitzer MK-2 berkaliber 105 mm. Senjata buatan Prancis tersebut mampu menjangkau jarak 17,5 km.

Butuh enam orang untuk menembakkan meriam tarik. Untuk perpindahan posisi, meriam ini ditarik truk. Karena itu disebut meriam tarik.

Dalam operasi tempur amfibi, Artileri Marinir memegang peran penting untuk mendukung gerak laju pasukan. Mula-mula tank-tank kavaleri Marinir mendobrak masuk pantai musuh terlebih dahulu. Setelah itu baru pasukan Marinir menyerbu dari garis pantai.

Saat itulah artileri mengambil posisi. Mereka menembak sesuai permintaan pasukan infanteri dan kavaleri yang sedang bergerak maju.

Tembakan kanon dan roket dari artileri ini akan melemahkan kedudukan musuh. Pasukan pun bisa terus melaju ke sasaran.
Berikut liputannya  :




Sumber : Merdeka

Selasa, 03 Juni 2014

PAL: Realisasi Kapal Perang Filipina Tunggu Desain




Strategic Sealift Vessel (image : PAL)

Surabaya (Antara Jatim) - PT PAL Indonesia meyakini segera merealisasikan dua unit kapal perang jenis "Landing Platform Deck/LPD" pesanan Pemerintah Filipina karena proses pembangunannya saat ini memasuki tahap perencanaan desain.

"Oleh sebab itu, kami masih menunggu permintaan desain dari Pemerintah Filipina. Apakah rancangannya beda ataukah sama dengan LPD milik TNI AL," kata Kepala Humas PT PAL Indonesia, Bayu Wicaksono, dihubungi di Surabaya, Minggu.

Ia menyatakan, kapal perang "LPD" yang dibeli Filipina adalah jenis "Strategic Sealife Vessel/SSV". Kapal tersebut mempunyai ukuran panjang 122 meter.

"Secara ukuran, memang lebih panjang kapal LPD milik Indonesia yakni mencapai 125 meter," ujarnya.

Sementara itu, jelas dia, pemesanan kapal perang tersebut dilakukan melalui Kementerian Pertahanan (Kemenhan) kepada PT PAL Indonesia. Untuk penandatanganannya sudah dilakukan pada bulan Maret lalu.

"Keputusan Pemerintah Filipina dilatarbelakangi keberhasilan kami membangun kapal perang jenis LPD dan Kapal Cepat Rudal (KCR) 60 meter pesanan dari Kemenhan," katanya.

Kini, tambah dia, pihaknya juga sedang melakukan koordinasi lebih lanjut dengan Filipina. Hal itu bertujuan untuk mengetahui apa saja yang menjadi kebutuhan mereka.

(Antara)

China Offers LY-80 Missile System to Malaysia with ToT



LY-80/HQ-16 is a third generation Chinese land-based mid-range surface-to-air missile defense system with effective range of 1.5-30.0 km (photo : Army Recognition)

Khazanah, China Firm To Explore Green Energy Investment In Malaysia

BEIJING (China) (Bernama) -- The Malaysian government's investment arm Khazanah Nasional Bhd has signed a cooperation agreement with Beijing Enterprises Group Co Ltd to pursue strategic co-operation and explore investment opportunities in green and clean energy industries in Malaysia.

The agreement was among 11 signed at the China-Malaysia Business Summit, witnessed by Prime Minister Datuk Seri Najib Tun Razak and Vice Premier of China's State Council Wang Yang here today.

Under the agreement, Khazanah via its investee company CIMB Group would be involved in assisting Beijing Enterprises Group Ltd, a subsidiary of Beijing Enterprise Group Co, to issue ringgit denominated Islamic bonds to fulfil the financing needs of a water supply enhancement construction project in Terengganu.

Prior to the agreement, Khazanah had invested US$152 million in Beijing Enterprises Group, representing a 4.62 per cent stake.

Khazanah has also sold three of its wholly-owned waste incineration power generation projects in China to Beijing Enterprise Group Co for a total consideration of 650 million Renminbi.

Part of the consideration was settled by the issuance of 347 million shares, comprising a 23 per cent stake in Beijing Development (Hong Kong) Ltd, a subsidiary of Beijing Enterprise Group Co.

The prime minister also witnessed the signing of a memorandum of understanding (MoU) between Universiti Tun Razak and Beifang University of Nationalities for the exchange of students and staff members.

The MoU also includes collaborative research and possible exchange of academic papers, mutual assistance in the preparation of seminars, conferences and workshops, delivery of award and non-award courses, and an articulation arrangement which could involve credit for prior study.

Malaysian automotive company Naza Corporation Sdn Bhd signed a MoU with CSR Zhuzhou Electric Locomotive Co Ltd on the construction of a proposed transportation project in Malaysia.

Both companies also agreed on a strategic collaboration for the assembly of railway rolling stock in Malaysia.

LY-80 Missile System

Another MoU, between Aneka Bekal Sdn Bhd and Aerospace Long-March International Trade Co Ltd, sees the latter offering the LY-80 Medium-Range-Air-Defence Missile Weapon System bundled with transfer of technology.

Meanwhile, 1Malaysia Development Corporation Bhd signed an investment cooperation agreement with Export-Import Bank of China for the establishment of a joint venture partnership for the proposed development of projects in Malaysia on terms and structure to be mutually agreed to by the parties at a later stage.

Both parties intend to make the same contribution of up to US$300 million in tranches to be utilised for the development cost of projects.

The cost would be identified and agreed to by both parties subject to the outcome of joint feasibility, evaluation, relevant government and corporate approvals.

Another company, Pemaju Jaya Capital Sdn Bhd, signed a framework agreement on joint venture projects with Handan City Government to open a charter airline business in Malaysia to promote interoperability between the two countries.

The agreement also includes the expansion of Handan Airport phase three and the construction of Handan City Airport.

(Bernama)

Senin, 02 Juni 2014

Gladi Bersih Latgab 2014


Uji Taktis Latgab TNI 2014









 Sejumlah prajurit TNI melaksanakan uji taktis pra latihan gabungan TNI di Pusat Latihan Pertempuran Marinir V Baluran, Asembagus, Situbondo, Jawa Timur, Sabtu (31/5).

Dalam uji taktis tersebut TNI sudah menggunakan peluru tajam dan amunisi sebenarnya meski masih dilakukan secara parsial antara satu kesatuan dengan kesatuan lainnya. Skenario peperangan fiktif akan benar-benar dilaksanakan pada 4-5 Juni 2014


20140601_195629_tni-gunakan-6-heli-serang-dan-20-heli-serbu.jpg20140601_194956_tni-gunakan-6-heli-serang-dan-20-heli-serbu.jpg

Mobilisasi Udara Latgab TNI 2014

 
 
20140601_195416_tni-gunakan-6-heli-serang-dan-20-heli-serbu.jpg
 
20140601_195605_tni-gunakan-6-heli-serang-dan-20-heli-serbu.jpg
 Sejumlah helikopter bell 412 milik Puspenerbad TNI AD, melakukan mobilisasi udara (mobud) penurunan pasukan di Pusat Latihan Pertempuran (PLP) Marinir-5-Baluran, Asembagus, Situbondo, Jatim, Minggu (01/06). Mobilisasi udara tersebut dilakukan dalam gladi bersih untuk persiapan Latgab 2014 yang dilakukan oleh tiga matra TNI AD, AL dan AU.

Pergerakan Kompi Mekanis
 
Ranpur jenis BMP3F milik TNI AL bergerak menuju daerah pertempuran untuk mendukung pergerakan pasukan infanteri di Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Marinir, Asembagus, Situbondo, Jatim, Minggu (1/6). Sebanyak 36 unit BMP3F bersama ranpur lain dalam Kompi Mekanis dilibatkan dalam skenario penyerbuan pada Latihan Gabungan TNI 2014. 
 
Tank Scorpion Yonkav 8 TNI AD bergerak menuju daerah pertempuran untuk mendukung pergerakan pasukan infanteri di Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Marinir, Asembagus, Situbondo, Jatim, Minggu (1/6). Sebanyak 18 unit tank Scorpion bersama ranpur lain dalam Kompi Mekanis dilibatkan dalam skenario penyerbuan pada Latihan Gabungan TNI 2014.  
 Panser Anoa Di Latgab TNI 2014 

Sejumlah prajurit infanteri TNI AD mendapatkan pengarahan sebelum melakukan skenario penyerbuan pertahanan musuh menggunakan panser Anoa di Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Marinir, Asembagus, Situbondo, Jatim, Minggu (1/6). Sebanyak 13 unit panser produksi dalam negeri yang tergabung dalam Kompi Mekanis itu digunakan dalam Latgab TNI 2014 untuk mendukung pasukan infanteri dalam penyerbuan ke perkubuan musuh
Sejumlah prajurit infanteri TNI AD bersiaga dalam Panser Anoa untuk melakukan skenario penyerbuan pertahanan musuh menggunakan panser di Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Marinir, Asembagus, Situbondo, Jatim, Minggu (1/6). Sebanyak 13 unit panser produksi dalam negeri yang tergabung dalam Kompi Mekanis itu digunakan dalam Latgab TNI 2014 untuk mendukung pasukan infanteri dalam penyerbuan ke perkubuan musuh.
 
 
Peleton Intai (Tontai) Kikavtai 1/1/Kostrad mengendarai kendaraan tempur jenis Anoa dalam uji taktis pra latihan gabungan TNI di Situbondo, Jawa Timur, Sabtu (31/5)

Prajurit Kostrad mengendarai kendaraan tempur jenis Anoa buatan PT Pindad dalam uji taktis pra latihan gabungan TNI di Situbondo, Jawa Timur, Sabtu (31/5).
Prajurit Brigif 17/1/Kostrad mempraktekkan strategi menyerang musuh dalam uji taktis pra latihan gabungan TNI di Situbondo, Jawa Timur, Sabtu(31/5
 Uji Tembak Meriam



Prajurit TNI dari batalyon Artileri Medan (Armed) X Kostrad menembakkan meriam dalam uji taktis pra latihan gabungan TNI di Situbondo, Jawa Timur, Sabtu (31/5). (Republika/Aditya Pradana Putra)Sumber Antars

Analisis : Latgab Pre Emptive Strike

















 : 
Hari ini dimulai Latgab TNI dengan pengerahan 16.000 tentara, 40 kapal perang, 35 jet tempur, 3 pesawat intai strategis, 14 Hercules, 45 Helikopter tempur berbagai jenis, ratusan tank berbagai jenis (Scorpion, Stormer, AMX13, BMP3F, PT76, BTR-50) dan berbagai alutsista canggih lainnya yang baru datang dalam satu model pertempuran yang terintegrasi. Ini pertama kalinya TNI menerapkan simulasi pertempuran 3 matra dengan konsep pre emptive strike. 



Yang menarik meski Latgab diadakan di seluruh Jawa dan Bali, empat hotspot yang lagi hangat saat ini tetap dalam pengawalan ketat operasi militer gabungan TNI. Perairan Ambalat dijaga 10-12 KRI bersama pasukan Kodam Mulawarman dan Kodam Wirabuana dengan dukungan Sukhoi Makassar. Laut Timor dan Arafuru dikawal 9-11 KRI dan Laut Natuna dijaga 8-10 KRI. Satu hotspot lagi yaitu hotspot tak terduga Tanjung Datuk saat ini dijaga 4 KRI dan pasukan batalyon 641 Raider.



Kurikulum simulasi pertempuran dalam Latgab kali ini lebih bergigi dengan menampilkan pertempuran udara antar jet tempur, serangan udara langsung, penembakan rudal, penghancuran kapal perang, membombardir markas lawan, pendaratan pasukan Marinir dan pasukan Kostrad sebanyak 1 Divisi.
  
Ini bukan pekerjaan mudah, mobilisasi pasukan dan alutsista merupakan kerja hebat yang perlu diacungi jempol dan hanya mampu dilakukan oleh manajemen tentara yang terlatih.  

Berbagai peluru kendali canggih akan ditembakkan antara lain peluru kendali Exocet MM40 blok 3 dari KRI Sultan Iskandar Muda, peluru kendali KH29 Vympel dari jet tempur Sukhoi, peluru kendali C803, torpedo dan berbagai amunisi lain yang mempunyai daya ledak yang luar biasa.



Hiruk pikuk Pilpres lebih membahana gaungnya namun hulubalang Republik tetap menjalankan tugas utamanya, pertahanan dan kewibawaan teritori NKRI. Termasuk mengusir kapal perang jiran yang "mengawal" pembangunan mercusuar Tanjung Datuk Kalbar. Dan memang itulah tugas tentara.



Sumber : Analisis 

2.000 Marinir Bergerak Ke Sasaran Latgab


SURABAYA-(IDB) : Sekitar 2.000 pasukan Marinir TNI AL diberangkatkan menggunakan kapal perang RI untuk bergerak menuju sasaran, khususnya untuk pendaratan amfibi pada Latihan Gabungan (Latgab) TNI 2014 yang dipusatkan di Pusat Latihan Tempur Marinir Asembagus, Situbondo, Jatim.

"Untuk pasukan Marinir, sudah diberangkatkan semua yang dilakukan secara bertahap. Terakhir pemberangkatan dilakukan, hari ini dari Dermaga Koarmatim, Surabaya, menuju Pantai Banongan, selain ada yang diberangkatkan menggunakan jalur darat," kata Kadispen Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) Letkol Laut (KH) Abdul Kadir sebelum pemberangkatan pasukan Marinir di Surabaya, Senin.

Ia menjelaskan, selain prajurit infanteri yang akan melakukan serangan dari kapal perang, Marinir juga membawa sejumlah alat tempur, seperti tank dari satuan kavaleri dan senjata berat dari artileri medan pada Latgab TNI yang dipimpin oleh Dirlat Letjen TNI Lodewijk F Paulus yang juga Komandan Komando Pendidikan dan Latihan TNI AD tersebut.

Menurut dia, di luar pemberangkatan pasukan ke medan latihan, aktivitas awak kapal perang di Koarmatim saat ini adalah melakukan embarksi sejumlah peralatan yang akan dibawa ke lokasi latihan. Dijadwalkan sejumlah kapal akan bertolak ke perairan Laut Jawa, Selasa (3/6) untuk melaksanakan latihan pertempuran laut sambil melaju menuju perairan Banongan di Asembagus.

Sementara itu TNI AL menggerakkan 35 kapal perang dari berbagai jenis dan tipe, termasuk satu dari dua kapal selam yang dimiliki Indonesia. Kapal lainnya adalah enam jenis perusak kawal (PK), 12 perusak kawal rudal (PKR), empat kapal cepat rudal (KCR), satu kapal cepat torpedo (KCT), dua kapal "landing platfrom dock" (LPD), empat "landing ship tank" (LST), dua kapal patroli cepat dan satu kapal buru ranjau serta dua kapal lainnya.

Pada Latgab yang melibatkan 15.108 personel dari ketiga angkatan itu, TNI AD membawa 49 kendaraan tempur, terdiri atas 18 tank Scorpion, enam tank Stormer APC, dua tank Stormer Komando, dua panser Saladin, dua panser Saracen, dua pancer pengintai, dan 12 panser Anoa (buatan Pindad).

Selain itu juga melibatkan sejumlah senjata berat maupun ringan yang dioperasikan oleh satuan artileri. Dari Penerbangan TNI AD dikerahkan empat unit helikopter Bolco, 10 unit Bell-412 dan dua unit Bell-205A-1.

Sementara dari TNI AU melibatkan puluhan pesawat tempur dan pesawat angkut, yang terdiri atas empat pesawat B-737, tiga pesawat F-28, tiga C-295, dua CN-235, tiga Cassa-212 dan 11 helikopter, enam pesawat F-16, 10 pesawat Hawk 100/200, dua F-5, 12 T-50, dua EMB-314 serta alat utama sistem senjata lainnya.

Hingga kini sejumlah satuan telah melaksanakan latihan penyerangan terhadap pertahanan musuh, namun masih bersifat parsial. Penyerangan gabungan dari seluruh kekuatan akan dilaksanakan pada puncak latihan, 4 Juni 2014 di kawasan Karang Tekok, Asembagus, Situbondo.



Sumber : Antara

Peluang China Peroleh Su-35 Rusia Kian Terbuka


Rusia dan China telah mempererat hubungan mereka yang belakangan ini terkesan berjalan di tempat. Kerjasama multi tahun yaitu kerjasama gas alam senilai miliaran dolar dan kolaborasi kedua negara dalam pengembangan pesawat komersial berbadan besar adalah dua dari beberapa rencana perjanjian yang dibicarakan selama pertemuan presiden kedua negara, Vladimir Putin dan Xi Jinping, bulan lalu. Terkait rencana pembelian pesawat tempur Sukhoi Su-35 yang sempat beberapa kali tertunda, hal ini juga dibicarakan, namun keputusan pastinya kemungkinan baru akan keluar pada kuartal akhir tahun ini.



Pembelian China atas Su-35, pesawat tempur hasil pengembangan terbaru dari varian Su-27 Flanker, akan memberikan manfaat yang besar bagi China. Selain kekuatan tempur udara China akan semakin kuat dengan kehadiran Su-35, Su-35 juga akan menjadi tolok ukur bagi China dalam mengukur kemajuannya dalam mengembangkan pesawat tempur sendiri. Tidak hanya itu, kehadiran Su-35 akan memberikan China akses ke teknologi mesin turbofan Su-35 dan potensi upgrade berbagai rudal udara-ke-udara dan udara ke permukaan buatan Rusia. Kita tahu selama ini China berusaha keras dan beberapa kali gagal dalam upayanya meningkatkan kinerja dan keandalan mesin-mesin pesawat tempurnya. 


Dialog kedua negara soal pembelian Su-35 sebenarnya sudah terjadi sejak beberapa tahun lalu, namun karena beberapa alasan, Rusia akhirnya menunda penjualannya. China sendiri mengharapkan pembelian Su-35 awal sebanyak 24 unit, yang akan cukup membentuk skadron tunggal. Ketika Angkatan Udara China (PLAAF) membeli Flanker asli pada tahun 1991, mereka mengawalinya dengan 24 unit, lalu dilanjutkan dengan batch tambahan, baru akhirnya China bisa membuat varian Flanker-nya sendiri yaitu J-11B.



Pengembangan independen China atas varian Su-27 yang lengkap dengan avionik, radar, mesin, dan senjata buatan sendiri telah menciptakan gesekan dengan Moskow, yang akhirnya Moskow mengerem penjualan banyak senjata ke China. Dari perspektif Rusia, salah satu upaya peniruan China atas produk militer Rusia yang paling mengerikan adalah pesawat tempur J-15, yang sangat mirip dengan Su-33 varian dari Su-27 khusus Angkatan Laut (untuk kapal induk), yang mana China memperolehnya dari Ukraina.



Meskipun "sakit hati," sekarang Moskow tampaknya masih ingin melanjutkan penjualan pesawat tempur canggih kepada China, meskipun bukan pesawat tempur generasi kelima yang saat ini dikembangkan Rusia. Analis menilai sikap lunak Moskow ini mungkin terkait dengan keuangan, selain tentunya keinginan Moskow untuk terus mempertahankan hubungan pertahanan dan politik dengan Beijing. 


Penjualan Su-35 kepada China juga akan memberikan kesempatan bagi perusahaan pembuat rudal Rusia Tactical Missiles Corporation (KTRV) untuk menyediakan paket rudal baru dan paket upgrade terhadap rudal-rudal Rusia yang dimiliki China saat ini. Rudal-rudal ini antara lain RVV-SD atau versi ekspor dari rudal R-77-1 yang merupakan upgrade dari rudal udara-ke-udara R-77 (AA-12 Adder) dan rudal jarak pendek RVV-MD, versi ekspor dari rudal R-73 (AA-11 Archer). Tactical Missiles Corporation juga pernah menampilkan ilustrasi Su-35 yang membawa rudal RVV-BD, varian ekspor dari rudal udara-ke-udara jarak jauh R-37M (AA-13 Axehead). Sebelumnya pejabat Tactical Missiles Corporation mengusulkan agar rudal-rudal ini juga disertakan dalam paket pembelian Su-35, meskipun mereka tidak menjelaskan untuk penjualan kepada negara mana.




Sumber : Artileri