Sabtu, 26 Desember 2015

Konstruksi Kapal Fregat Pertama Jenis PKR-105 Hampir Selesai


Konstruksi kapal fregat pertama TNI AL dari jenis PKR-105 yang berasal dari desain Damen Schelde (DSNS) Sigma 10514 telah hampir selesai dibuat di galangan kapal PT PAL Surabaya. Di galangan ini PT PAL membuat dua fregat pesanan Kementerian Pertahanan untuk memperkuat armada kombatan TNI AL.

Kontrak kapal fregat pertama ditanda-tangani pada 5 Juni 2012, kapal akan diselesaikan dalam jangka waktu 49 bulan. Proses first steel-cutting di PT PAL baru dilakukan pada 15 Januari 2014, namun PT PAL akan menyelesaikan kapal ini pada Januari tahun 2017.
Kontrak kapal fregat kedua ditanda-tangani pada 14 Februari 2013 namun proses seremoni first-steel cutting dilakukan di PT PAL pada 17 September 2014. PT PAL akan menyelesaikan kapal fregat kedua ini pada bulan Oktober 2017, sehingga kedua kapal ini akan selesai pada tahun 2017.
 
 
Kapal PKR 105 memiliki spesifikasi panjang 105.11 meter, lebar 14.02 meter, tinggi 3,7 meter, berat 2.365 ton, kecepatan 28/18/15 knot dan jarak jelajah 5000 NM. Fregat ini dapat membawa helikopter dengan berat 10 ton dan membawa dua RHIB. Kapal didesain untuk mampu melakukan anti serangan permukaan, anti serangan udara, anti serangan bawah air, dan anti serangan elektronika. 
 
 
Setelah kapal ini selesai di dok kering, kapal akan diluncurkan dan pengerjaan kapal akan dipindahkan ke dok basah meliputi pekerjaan elektrikal kapal dan detail interior. Kapal ini selanjutnya akan dilakukan integrasi sistem elektronika, pemindaian dan persenjataan, kemudian dilanjutkan dengan uji laut.
 
Kapal yang sebuahnya bernilai 220 juta dolar AS (belum termasuk persenjataan) ini dibiayai kredit eksport dengan alokasi multiyears.

Dalam proses joint production, engineer dari PT PAL juga sudah belajar secara teknis di DSNS sejak rencana pembuatan kapal ini dimulai pada 2011 lalu.

Pembangunan kapal fregat ini, dibagi dalam enam modul (bagian), empat modul diantaranya dibuat di PT PAL, sedangkan dua modul yang terdiri dari permesinan dan anjungan kapal dibangun di Belanda. Dua modul dari Balanda dibawa dan dirakit di PT PAL, untuk dijadikan satu dengan empat modul lainnya. 
 
Kapal fregat pertama dari jenis PKR-105 ini rencananya akan memakai nomor lambung 331 dengan nama KRI Martadinata. Nomor lambung yang sama pernah digunakan untuk KRI Martha Kristina Tiyahahu ex Tribal class (Type 81) yaitu fregat 2.700 ton ex Royal Navy yang dibeli pada tahun 1984. Nama Martadinata juga pernah dipakai TNI AL untuk fregat ex US Navy kelas Claud Jones dengan berat 1.970 ton yang pernah dibeli pada tahun 1974.

Rencananya TNI AL akan membuat enam fregat kelas PKR-105 ini, dua dibangun melalui kontrak dengan Damen Schelde melalui joint production dengan PT PAL, sedangkan empat lainnya direncanakan dibangun sepenuhnya di PT PAL dengan supervisi dari Damen Schelde.

Keenam fregat baru ini akan menggantikan enam fregat kelas Van Speijk ex Royal Netherlands Navy yang dibeli pada tahun 1986. Keenam fregat kelas Van Speijk dengan berat 2.850 ton memang sudah terlalu tua untuk dioperasikan karena telah berdinas di Royal Netherlands Navy sejak tahun 1965 meskipun telah menjalani beberapa kali perpanjangan usia pakai.
 
Sumber : Defence Studies 

Korea to Sign Contract on KF-X Next Week





KF-X fighter (photo : Aviation Week)

South Korea's state arms procurement agency said Thursday it will sign a formal contract next week on its fighter jet development project, known as KF-X.

The Defense Acquisition Procurement Administration plans to ink the deal with Korea Aerospace Industries Ltd., the country's sole aircraft maker.

"Negotiations over the formal contract on the KF-X program are going well. It seems to be possible to sign it around Dec. 28," the agency official said on the condition of anonymity.

South Korea hopes to produce its own fighter jet to replace the aging fleet of F-4s and F-5s by mid-2020.

Last month, KAI secured Indonesia's assurance that it will pay for 20 percent of the total cost expected to reach $15 billion.

Under the contract between the DAPA and KAI, six test planes will be manufactured by 2025, according to the official.

The KF-X project received a boost from the U.S. pledge to transfer some of its jet technologies. But South Korea faces a daunting task of finding an alternative as the U.S. made it clear that four core technologies will be excluded.

Those are the active electronically scanned radar, infrared search-and-rescue system, electro-optical targeting pod and radio frequency jammer.

South Korea, meanwhile, plans to launch a task force for the project on Jan. 1 next year that will be composed of 70-80 officials and experts. 

(Korea Herald)

Senin, 09 November 2015

PT Dirgantara Indonesia Looks to Finalise IF-X Workshare

PT Dirgantara Indonesia Looks to Finalise IF-X Workshare

.


The some differences between IF-X and KF-X are : drag chute for landing, refuelling probe, and external drop tank (photo : Defense Studies)

Indonesian Airframer PT Dirgantara Indonesia (Persero) is still working towards the finalisation of its workshrae for the IF-X generation stealth multirole fighter. The airframer will work with South Korea's Defence Acquisition Program Administration (DAPA) to deliver the IF-X combat aircraft to the Indonesian Air Force. IF-X is the name given to the Indonesian version of the Korean KF-X, 4.5 generation stealth multi-role fighter.

Ade Yuyu Wahyuana, VP Business Development & Marketing at Persero, told Daily News, "Discussions are contihuing in Jakarta on the 30% workshare and the workshare agreement is yet to be signed with DAPA." " We are looking at two big jobs, the engineering work package and aircraft manufacturing for the KF-X." Importantl, Ade says, "We don't intend to be a fighter manufacturer. We will look at translating the technology we obtain from this program for our commercial aircfat programs. The first priority for the company is to look to how best it can fulfil the operational requirements of the Indonesian Air Force (IAF) for the IF-X.

KF-X fighter (photo : Defense Studies)

"There will be some differences between the Korean KF-X and our IF-X and we looking at how to comply with these requirements," says Ade. The important changes being planned for the IF-X as compared to the Korean KF-X are; Drag Chute for Landing, Finalising of Refuelling Probe Configuration (hose and drogue or receptacle) and carriage of an external Drop tank for increased range.

The KF-X and IF-X 4.5 generation stealth fighter be available in both single and tandem seating cockpit configuration. It will feature advanced aerodynamic design and stealth features such as integrated chine and faceted fuselage, caret shape ramp intake and a diamond Shape Wing. It will be fitted with next-generation AESA radar and avionics. Weapons carriage capability will be significant as a result of 10 Hard Points and a 16,000 lb (4,400 kg) store capability, It will have four semi-conformal hard points for AMRAAM.

(Defense & Security 2015 Daily News)

Kamis, 04 Juni 2015

Kiprah Regu Tembak TNI AD 8 Tahun Beruntun Kalahkan Pasukan AS dan Australia



Jakarta - TNI mengharumkan nama bangsa dalam lomba tembak tahunan yang digelar militer Australia. Tak main-main, tim TNI AD memenangi lomba Australian Army Skill at Arms Meeting (AASAM) selama delapan tahun beruntun.

AASAM merupakan lomba tembak yang diselenggarakan oleh Angkatan Darat Australia dengan tujuan untuk mengukur kemampuan petembaknya dalam keterampilan menembak (marksmanship). Angkatan Darat Australia mengundang negara di kawasan Asia Pasifik dan Eropa serta Negara-negara Persemakmuran (Commonwealth), termasuk didalamnya kontingen TNI-AD. 

Kompetisi itu pertama kali digelar pada tahun 2009. Terdapat empat kategori lomba yakni An Open Sniper Competition, The Champion Shot of the Army, Individual and Team events dan The international competition.

Sebelum kompetisi dengan format dan nama AASAM, Angkatan Darat Australia memiliki kejuaraan serupa dengan nama The Champion Shots Medal. Kompetisi yang terdiri dari tiga kategori menembak ini juga diikuti oleh tim dari negara-negara lain.

AASAM paling anyar dihelat pada 2 sampai 23 Mei 2015 di di Puckapunyal, Victoria, Australia. Kontingen TNI AD menyingkirkan 16 tim dari 14 negara yang menjadi kompetitor di kejuaraan ini.

Tim dari TNI AD mengoleksi 30 medali emas, 16 medali perak, dan 10 medali perunggu. Sedangkan tuan rumah Australia, hanya mampu mengoleksi 4 medali emas, 7 medali perak, dan 5 medali perunggu. Amerika Serikat harus puas dengan menduduki posisi tiga. 

"Ini tahun ke-8 berturut-turut kita jadi juara," kata Kadispen TNI AD Brigjen Wuryanto saat berbincang melalui telepon, Selasa (2/6/2015) malam

Dilansir dari Penerangan Kostrad, tim dari TNI AD itu terdiri dari 21 orang yang berisikan pejabat atau penembak dari lingkungan TNI AD serta teknisi dari PT Pindad. Selama perlombaan, tim Indonesia menggunakan empat jenis senjata yaitu, senapan SS-2 V-4 Heavy Barrel dan pistol G-2 (Elite & Combat) buatan PT Pindad, senapan SO-Minimi buatan Belgia, senapan GPMG (General Purpose Machine Gun) buatan Belgia dan senjata sniper AW buatan Inggris. 

Selain perlombaan kategori beregu, juga diadakan perlombaan kategori perorangan. Untuk kategori perorangan, penghargaan diberikan kepada Letda Inf Safrin Sihombing (Kopasus), Serda Misran (Kostrad), Serda Suwandi (Kostrad), dan Serda Woli Hamsan (Kostrad).

Nah yang menarik, pihak Australia dan AS 'merasa tidak terima' dengan kemenangan tim TNI AD. Mereka bahkan sempat meminta senapan buatan Pindad yang dipakai penembak dari Indonesia, untuk dibongkar.

"Memang ada upaya penjegalan. Mereka minta senjata tim kita dicek saat pertandingan. Minta dibongkar," kata Wuryanto.

Sumber : Detik.com



Minggu, 10 Mei 2015

Komandan Sektor Timur UNIFIL tinjau area Indobatt


Komandan Sektor Timur UNIFIL tinjau area Indobatt

Lebanon (MI) : Komandan Sektor Timur UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon) Brigjen Antonio Ruiz Olmos dari Spanyol meninjau Area Operasi Satgas Batalyon Mekanis TNI Kontingen Garuda (Konga) XXIII-I/Unifil atau Indobatt (Indonesian Battalion) di sekitar Lebanon Selatan.

Perwira Penerangan Konga XXIII-I/Unifil, Kapten Laut (KH) Ahmad Suberlian, dalam surat elektronik yang diterima Antara di Surabaya, Minggu, melaporkan Komandan Sektor Timur UNIFIL Brigjen Antonio Ruiz Olmos dalam kunjungan pada Jumat (8/5) itu didampingi oleh Wakil Komandan (Wadan) Sektor Timur Kolonel Kav Yotanabey.

Brigjen Antonio Ruiz Olmos meninjau Area Operasi Kompi Alfa di UN Pos 9-63 untuk melihat secara langsung kegiatan Prajurit Indobatt serta meninjau Pos B-78 dan TP-36 yang berada di sekitar pagar perbatasan negara (blue line) Lebanon dengan Israel.

Selanjutnya, Brigjen Antonio Ruiz Olmos didampingi Kolonel Kav Yotanabey mengunjungi Markas Indobatt Konga XXIII-I/Unifil, kedatangannya disambut oleh Wakil Komandan Satgas (Wadansatgas) Indobatt Mayor Inf Eko Handono, para Perwira Staf serta seluruh prajurit Indobatt, di Markas Indobatt UN Posn 7-1 Adshit Al-Qusayr, Lebanon Selatan.

Dalam sambutannya, Komandan Sektor Timur yang didampingi oleh Wadan Sektor Timur dan Wadansatgas Indobatt mengucapkan terima kasih atas pelaksanaan tugas yang telah ditunjukkan personel Indobatt di lapangan selama ini dan menekankan faktor keamanan dalam melaksanakan tugas.

"Saya selaku Komandan Sektor Timur mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Satgas Batalyon Mekanis TNI Konga XXIII-I/Unifil di bawah pimpinan Letkol Inf Andreas Nanang Dwi P yang telah menjalankan tugas di Lebanon Selatan dengan sangat baik dan penuh prestasi selama saya ditugaskan oleh PBB sebagai Komandan Sektor Timur UNIFIL di Lebanon Selatan," kata Brigjen Antonio.

Selanjutnya, Komandan Sektor Timur Unifil beserta rombongan menyaksikan Kesenian Reog asli Indonesia yang ditampilkan oleh para prajurit Cimic (Civilian Military Cordination) Indobatt dibawah pimpinan Kapten Inf Seto Purnomo.

Sebelum meninggalkan Markas Indobatt UN Posn 7-1 Adshit Al-Qusayr, Lebanon Selatan, Wadansatgas Indobatt Mayor Inf Eko Handono memberikan kenang-kenangan berupa cinderamata khas Indonesia kepada Komandan Sektor Timur Brigjen Antonio Ruiz Olmos, dan begitu juga sebaliknya, lalu dilanjutkan foto bersama dengan seluruh prajurit Indobatt. 









Sumber :  ANTARA

Paskhas Laksanakan Uji Penembakan Senjata PSU Oerlikon Skyshield



Meriam penangkis serangan udara Oerlikon Skyshield dan rudal LIG Nex1 Chiron (photos : Kaskus Militer)

Komandan Detasemen Hanud (Denhanud) 472 Paskhas, Letkol Pas Iwan Setiawan, S.T. sebagai RSO (Range Safety Officer) melaksanakan paparan keamanan area dalam pelaksanaan Uji Terima Senjata PSU Oerlikon Skyshield, kepada Komandan Korps Pasukan Khas TNI AU Marsma TNI Drs. Adrian Wattimena, M.B.A. bertempat di Pandanwangi, Lumajang Jawa Timur, belum lama ini.

Dalam paparan tersebut dihadiri para pejabat Kemhan, Mabesau, para Asisten Korpaskhas, Depohar 60, para Danwing Paskhas, Danpusdiklat Paskhas dan para jajaran Dandenhanud Paskhas, pihak mitra PT. Adhityatama Perkasa Putra serta pihak Produsen Rheinmetall Air Deffence Swiss.

“Pengujian senjata ini menjadi bukti untuk menyakinkan kepada Tim Penguji bahwa Detasemen Hanud Paskhas profesional dalam bekerja sekaligus mampu menguasai dan mengoperasikan senjata tersebut dengan baik”, jelas Komandan Denhanud 472 Paskhas, Letkol Pas Iwan Setiawan, S.T.

Setelah paparan, tim dari Rheinmetall Air Deffence Swiss didampingi para personel Denhanud Paskhas melaksanakan kegiatan uji penembakan senjata di daerah Pandanwangi Pesisir Pantai Lumajang Jawa Timur dengan menggunakan Oerlikon Skyshield.



Kegiatan ini dilaksanakan untuk uji dinamis dengan menggunakan Target Drone Jet dengan profile Head On dapat dideteksi oleh Sensor Unit/Radar dan dapat dihancurkan dengan meriam Oerlikon Skyshield dan uji statis melaksanakan Tracking oleh sensor unit/Radar dengan sasaran berupa Target Drone Jet yang menggunakan meriam Oerlikon Skyshield dan Rudal Chiron buatan Korea Selatan.

Pada hari berikutnya, personel Denhanud Paskhas melaksanakan uji coba penembakan senjata  Oerlikon Skyshield mulai dari mulai penyiapan amunisi, loading, penentuan Fiktif Point di dalam Command Post serta sistem penembakan mulai dari single, rapid dan burst sampai prosedur penembakan, yang dilaksanakan personel Denhanud Paskhas dan diawasi oleh pihak Rheinmetall Air Deffence Swiss.

Komandan Denhanud 472 Paskhas juga menambahkan, “Keberhasilan dalam kegiatan Uji Terima senjata PSU Oerlikon Skyshield tersebut menjadi batu loncatan Detasemen Hanud Paskhas dalam mengemban tugas kedepannya sesuai dengan tugas pokok Detasemen Hanud Paskhas yakni melaksanakan operasi pertahanan udara sebagai bagian sistem pertahanan udara nasional dan operasi militer lain atas kebijakan Panglima TNI.

(TNI AU)

Jelang Medan Air Show, tim Jupiter singgahi Medan


Medan(ABP)
Delapan pesawat Jupiter Aerobatic Team bermanuver di langit Kota Medan, Kamis (12/3). Mereka sengaja singgah di Pangkalan Udara Soewondo, Polonia, pada peluncuran Medan Air Show 2015.
Tidak kurang dari tiga kali tim Jupiter mengitari Lanud Soewondo dengan formasi yang rapi. Tim kebanggaan TNI AU kemudian berpencar dan mendarat beriringan sebelum akhirnya diparkir di depan hangar.
Tim Jupiter sengaja singgah ke Lanud Soewondo dalam soft launching Medan Air Show 2015. Selanjutnya mereka akan terbang ke Malaysia untuk mengikuti Langkawi International Maritime and Aerospace Exhibition (LIMA).
Medan Air Show 2015 digelar di Lanud Soewondo pada 7-10 Mei 2015. Event ini digelar pihak Lanud bekerja sama dengan Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) dengan PT Arfa Kreasi Expotama (ARFAEXPO) sebagai organizer kegiatan.
Medan Air Show menampilkan static show dan dynamic show. Mereka akan memameran alutsista darat, laut dan udara. Khusus untuk Angkatan Udara, sejumlah pesawat tempur akan dipamerkan.
Masyarakat juga disuguhi atraksi udara, termasuk aksi aerobatik tim Jupiter. Peserta lain dari Australia, Brunei Darussalam, Singapura, Malaysia, Thailand dan Hong Kong pun akan unjuk kebolehan.
"Ini pertama kalinya di Medan. Kami ingin mempertontonkannya supaya masyarakat mengetahui tentang kedirgantaraan," kata Komandan Lanud Soewondo Kolonel Pnb S Chandra Siahaan. "Pengunjung boleh berfoto, menaiki dan menyentuh bagian yang diperbolehkan," imbuhnya.
Chandra yakin masyarakat Medan sekitarnya akan menyambut positif gelaran ini. Optimisme itu terbukti pada antusiasme warga yang hadir pada soft launching Medan Air Show 2015.
Ratusan siswa sekolah, terutama murid Taman Kanak-kanak, tampak bersemangat untuk melihat dari dekat pesawat di Lanud Soewondo. Padahal ketika itu awalnya hanya pesawat militer CN-235 yang diparkir di sana.
Anak-anak yang sebagian ditemani orang tuanya itu juga rela berpanas-panas menunggu kedatangan tim Jupiter. Semua bersemangat berfoto bersama pilot dan pesawat salah satu tim aerobatic terbaik di Asia itu. (lina)